Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku tempati
Terlalu banyak sekat yang tak bisa aku singgahi
Dan tak ada waktu banyak yang aku punya
Mungkin aku terlalu naif untuk menafsirkan
di setiap dialog bisuku
dan kamu semakin pandai meluruskan abrasi
dalam setiap jeda kata
aku semakin terkikis dengan iman tipisku
Di setiap nafas pendekku
aku hanya berharap semoga alur yang aku punya
akan jelas tertanam pada atmaku yang lemah
semoga saja itu bukan fatamorgana yang kembali terulang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar